Pengaruh Logo Serta Desain Kemasan Terhadap Kesuksesan Bisnis
Untuk dapat bersaing di pasar, maka Logo dan Desain Kemasan dari produk anda seharusnya dibuat semenarik mungkin serta memiliki energi positif (dalam bahasa Fengshui-nya Chi). Logo serta Desain Kemasan yang baik dan mudah diingat akan menciptakan Loyalitas untuk pelanggan anda.
Sebagai contoh, produk Coca Cola dengan logo merah putihnya yang sangat dominan dalam kemasannya menjadi kulminasi desain, produknya di mata konsumen seakan unik serta menarik. Sehingga kemasan Coca Cola sudah bisa berbicara sebagai iklan.
Logo dan desain kemasan sebetulnya merupakan lambang pengharapan pemiliknya dalam berbisnis, atau bisa juga disebut sebagai ungkapan do’a bagi pemiliknya. Oleh sebab itu sebaiknya ciptakanlah Logo perusahaan yang sesuai dengan karakter pemilik usaha serta harapan yang diinginkan. Harapan serta do’a yang digambarkan didalam logo perusahaan dipercaya akan membawa keberuntungan dalam bisnis.
Desain kemasan yang sukses dari sebuah produk merupakan hasil penyatuan antara pemikiran marketing atau konten dengan desain itu sendiri atau konteks.
Nilai tambah suatu produk bisa didapat dengan membuat desain kemasan yang menarik. Untuk saat ini mempunyai produk dengan kualitas bagus saja tidaklah cukup, karena oaring lain atau produsen lain bisa meniru kesetaraan kualitas produk anda.
Nilai tambah suatu produk bisa didapat dengan membuat desain kemasan yang menarik. Untuk saat ini mempunyai produk dengan kualitas bagus saja tidaklah cukup, karena oaring lain atau produsen lain bisa meniru kesetaraan kualitas produk anda.
Mungkin kita masih ingat cerita kesuksesan seorang Dimas Ginanjar Merdeka yang mempopulerkan keripik pedas Maicih yang cukup fenomenal. Dia mempunyai ide kreatif yang bisa menggambarkan Maicih sebagai sosok seorang nenek yang akrab, hangat dan penuh senyum yang mewakili karakter orang Sunda. Dan dengan ide kreatifnya ini ia bisa membangun pemasaran di sosial media seperti Twitter.
Dimas menyebutkan bahwa sosok Maicih adalah karakter fiktif yang ia ciptakan yaitu seorang wanita tua pembuat keripik pedas tradisional yang dikenal dengan tingkat kepedasan dan varian yang bermacam-macam. Dimas membangun Maicih dengan konsep keluarga dengan menyebut para distributor sebagai Anak Ema dan para konsumennya sebagai Incu Ema.
Konsep Dimas sukses menyedot perhatian masyarakat, setidaknya ini dibuktikan hanya dalam kurun waktu 1,5 tahun Dimas bisa meraih omzet sekitar Rp. 7 miliar/bulan, di tahun keduanya bisnis Dimas yang menggunakan label gambar nenek tua berkonde ini pun sudah naik kelas. Sehingga di bulan Juli 2011 Dimas memutuskan mengganti logo si Ema yang sebelumnya menghadap ke samping menjadi menghadap ke depan yang menggambarkan si ema sudah tidak malu-malu lagi. Tak lupa Dimas pun mengubah kemasan untuk membantu menjaga kelestarian alam, Maicih sejak saat itu menggunakan desain kemasan Brown Bag yang eksklusif dan ramah lingkungan.
Semoga bisa menambah wawasan dan membantu anda mencari inspirasi yang baru.
Comments
Post a Comment